Didesain khusus untuk para perempuan!
Berikut kenapa Sister Bar berbeda dengan barbell standard pada umumnya:
1. Berat 15kg
Barbell standar memiliki berat 20kg, terkadang ini membuat perempuan start lebih sulit untuk gerakan upper body seperti bench press, shoulder press, dan rowing. Dengan berat lebih ringan, kamu bisa memulai dengan lebih mudah dan berprogress bertahap!
2. Pink Cerakote Finishing
Warna dibuat feminim dengan finishing merah muda alias pink. Warna tidak hanya sekedar dicat, karena banyak barbell pink hanya dari paint / cat pink saja. Warna pink Sister Bar berasal dari finishing cerakote yang membuat barbell tahan karat.
3. 25mm diameter shaft / stick
Umumnya barbell yang baik memiliki diameter shaft atau area pegangan tangan 28mm. Namun melihat perempuan asia yang banyak yang petite, diameter lebih kecil akan membuat barbell lebih nyaman dan erat digenggam. Oleh karena itulah Sister Bar didesain memiliki diameter seperti women's bar pada umumnya, 25mm, akan lebih nyaman digenggam.
4. Softer Knurling
Knurling dibuat tidak kasar, sehingga calluses atau kapal yang dihasilkan tidak terlalu banyak dan tebal. Namun knurling tidak gundul, sehingga tetap membantu grip tetap kuat saat menggenggam barbell di gerakan pulling seperti row dan deadlift.
5. Panjang 2 meter
Berat 15kg dihasilkan dari stick yang diameternya lebih kecil serta panjang barbell yang lebih pendek. Karena lebih pendek 20cm, kamu memiliki ruang lebih lapang di sisi-sisi barbell apabila ruanganmu di rumah terbatas.
6. Bushing type
Kebanyakan Women's Bar didesain dengan bearing yang sebenarnya lebih cocok untuk oly lifting. Padahal mayoritas perempuan hanya memakai barbell untuk squat, deadlift, dan hip thrust. Barbell tipe bushing yang ujung barbellnya tidak spinning banyak akan lebih nyaman digunakan.
Semua spec di atas tetap didukung weight rating barbell yang tinggi, kuat mengangkat lebih dari 300kg beban.
SUDAH INCLUDE COL




J-Hook berfungsi sebagai tempat untuk menaruh barbell anda. Ketinggian J-Hook serta ketebalannya sangat berpengaruh ke kenyamanan anda untuk unrack dan racking. Banyak rack murah yang hooknya tidak berbentuk J, sehingga barbell langsung berbenturan dengan tiang. Hal ini akan cepat merusak tiang dan barbell anda. Terkadang ada juga yang berstruktur J tapi pendek sekali, sehingga sama saja. J-Hook Power Rack Strengthbae didesain cukup tebal dan tinggi serta dilapis rubber untuk kenyamanan pemakaian dan ketahanan perlengkapan anda.
Westside hole spacing adalah jarak antar lubang yang didesain memiliki jarak lebih dekat di area bench press. Hal ini membuat pengaturan peletakan untuk J-Hook jadi lebih presisi, sehingga unrack dan racking menjadi lebih nyaman dan safe. Kebanyakan rack dipasaran memiliki jarak antar lubang yang lebar, sehingga peletakkan hook bisa terlalu tinggi atau terlalu rendah.
Pull up bar Power Rack Strengthbae memiliki diameter standar sehingga nyaman digenggam. Selain itu model pull up bar yang lurus tanpa ada bentuk lengkungan ke bawah ataupun netral grip justru membuat anda leluasa melakukan pull up sesuai dengan struktur sendi bahu anda.
Adanya safety pin akan membuat anda merasa lebih tenang ketika melakukan compound movement dengan intensitas mendekati failure. Hal ini akan membuat anda bisa lebih pushing to the limit. Selain itu adanya westside hole spacing juga membuat safety pin dapat diadjust dengan presisi tanpa takut terlalu tinggi dan menganggu gerakan inti atau terlalu rendah sehingga semakin sulit untuk bail out. Safety pin juga dapat digunakan untuk berbagai gerakan dead stop dengan pin, seperti pin squat, pin press, dan lain sebagainya.
Weight Plate Storage dapat menjadi tempat penyimpanan plat-plat beban anda dengan rapi. Storage juga didesain cukup tinggi sehingga bisa memuat banyak bumper plate. Selain itu, dengan menaruh beban pada storage, kestabilan rack akan meningkat.
Struktur bagian bawah didesain agar kedalamannya tidak banyak memakan tempat, sehingga dapat menghemat ruang yang anda butuhkan di rumah, tapi tetap memiliki lebar sesuai standar. Selain itu, desain rangka bawah power rack berbentuk flat foot, sehingga tidak perlu untuk dibolt ke lantai. Banyak power rack yang desain bagian bawahnya tidak ada rangka penghubung untuk tiang kanan dan kiri, sehingga diharuskan untuk dibolt ke lantai, yang bagi sebagian orang tentunya kurang mengenakkan karena perlu melubangi lantai.