Best Lever Belt for Heavy Lifters! Keunggulan Lever Belt 2.0 13mm Strengthbae:
1. Quick Release Double Hook Aviation Alu Buckle Lever Buckle alias kaitan yang dipakai sudah model quick release, jadi ketika perut membesar atau mengecil kamu tidak perlu lagi bongkar pasang baut, tinggal geser kaitan ke lubang lain saja. Hook dari lever juga 2 lubang, yang berarti akan lebih tight dan tidak gampang bergeser. Material yang dipakai juga bukan aluminium biasa tapi aviation aluminium, umum dipakai di pesawat terbang, ringan tapi sangat kokoh. Bedakan dengan lever murah yang harus bongkar pasang baut apabila berubah size, hooknya hanya satu, dan materialnya aluminium biasa yang mudah rusak.
2.13mm Thickness Dominant Cowhide Belt ini memiliki ketebalan maximal belt powerlifting yang ada yakni 13mm, sehingga support yang diberikan saat melakukan gerakan Squat dan Deadlift serta gerakan compound free weight lainnya akan lebih terasa. Selain tebal, bagian cowhide juga lebih banyak ketimbang suede, menghasilkan belt yang lebih kaku dan rigid. Versi belt terbaru menambahkan olahan kulit yang bersifat lentur di dalam belt, agar belt tidak terlalu kaku dan sakit di rusuk, terutama bagi orang yang deadlift dengan postur cukup rounded ataupun orang dengan frame badan sempit.
3. Premium Looks With Cowhide Outer Layer Tampilan belt 13mm dibuat berbeda dengan belt 10mm, belt 13mm lapisan terluar adalah cowhide, menimbulkan kesan clean, bold, dan modern.
Tersedia 2 jenis warna lever buckle, black and grey.
Tersedia 4 pilihan ukuran (lingkar perut)
XS 60-79 cm
S 70-89 cm
M 80-99 cm
L 90-109 cm
XL 100-119 cm
Cara mengukur:
1. Ukur di posisi mengenakan belt favorit, umumnya di pusar.
2. Ukur dengan lingkar perut sebelum latihan.
3. Ukur saat bracing (nafas perut)
4. Pilih ukuran batas tengah supaya aman dari fluktuasi berat badan, pertimbangkan apakah sedang cutting atau bulking)




J-Hook berfungsi sebagai tempat untuk menaruh barbell anda. Ketinggian J-Hook serta ketebalannya sangat berpengaruh ke kenyamanan anda untuk unrack dan racking. Banyak rack murah yang hooknya tidak berbentuk J, sehingga barbell langsung berbenturan dengan tiang. Hal ini akan cepat merusak tiang dan barbell anda. Terkadang ada juga yang berstruktur J tapi pendek sekali, sehingga sama saja. J-Hook Power Rack Strengthbae didesain cukup tebal dan tinggi serta dilapis rubber untuk kenyamanan pemakaian dan ketahanan perlengkapan anda.
Westside hole spacing adalah jarak antar lubang yang didesain memiliki jarak lebih dekat di area bench press. Hal ini membuat pengaturan peletakan untuk J-Hook jadi lebih presisi, sehingga unrack dan racking menjadi lebih nyaman dan safe. Kebanyakan rack dipasaran memiliki jarak antar lubang yang lebar, sehingga peletakkan hook bisa terlalu tinggi atau terlalu rendah.
Pull up bar Power Rack Strengthbae memiliki diameter standar sehingga nyaman digenggam. Selain itu model pull up bar yang lurus tanpa ada bentuk lengkungan ke bawah ataupun netral grip justru membuat anda leluasa melakukan pull up sesuai dengan struktur sendi bahu anda.
Adanya safety pin akan membuat anda merasa lebih tenang ketika melakukan compound movement dengan intensitas mendekati failure. Hal ini akan membuat anda bisa lebih pushing to the limit. Selain itu adanya westside hole spacing juga membuat safety pin dapat diadjust dengan presisi tanpa takut terlalu tinggi dan menganggu gerakan inti atau terlalu rendah sehingga semakin sulit untuk bail out. Safety pin juga dapat digunakan untuk berbagai gerakan dead stop dengan pin, seperti pin squat, pin press, dan lain sebagainya.
Weight Plate Storage dapat menjadi tempat penyimpanan plat-plat beban anda dengan rapi. Storage juga didesain cukup tinggi sehingga bisa memuat banyak bumper plate. Selain itu, dengan menaruh beban pada storage, kestabilan rack akan meningkat.
Struktur bagian bawah didesain agar kedalamannya tidak banyak memakan tempat, sehingga dapat menghemat ruang yang anda butuhkan di rumah, tapi tetap memiliki lebar sesuai standar. Selain itu, desain rangka bawah power rack berbentuk flat foot, sehingga tidak perlu untuk dibolt ke lantai. Banyak power rack yang desain bagian bawahnya tidak ada rangka penghubung untuk tiang kanan dan kiri, sehingga diharuskan untuk dibolt ke lantai, yang bagi sebagian orang tentunya kurang mengenakkan karena perlu melubangi lantai.